Kamis, 29 Juni 2017

CLICK

MAKALAH PORIFERA DAN CTENOPHORA


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur dipanjatkan kehadirat allah SWT karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya makalah yang berjudul “FILUM PORIFERA DAN CTENOPHORA” dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW. Keluarga, Sahabat serta Umatnya yang senantiasa mengikuti dan mengamalkan ajarannya.
Tak ada Gading Yang tak retak” begitulah kata pepatah.Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.Semoga makalah ini dapat bermamfaat bagi setiap pembacanya.




DAFTAR ISI:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN PORIFERA
A.LATAR BELAKANG MASALAH
B.PERUMUSAN MASALAH
C.TUJUAN PENULISAN MAKALAH
BAB II PEMBAHASAN PORIFERA
A.PENGERTIAN PORIFERA
B.CIRI-CIRI PORIFERA
C.KLASIFIKASI FILUM
D.PERAN PORIFERA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
BAB III PENDAHULUAN CTENOPHORA
A.LATAR BE LAKANG
B.TUJUAN
C.MANFAAT
BAB IV PEMBAHASAN CTENOPHORA
A.DESKRIPSI CTENOPHORA
B.KLASIFIKASI CTENOPHORA
C.MORFOLOGI CTENOPHORA
D.FISIOLOGI CTENOPHORA
E.REPRODUKSI CTENOPHORA
F.PERAN CTENOPHORA
BAB V PENUTUP PORIFERA
A.KESIMPULAN
BAB VI PENUTUP CTENOPHORA
A.KESIMPULAN




BAB I
PENDAHULUAN PORIFERA

A.Latar Belakang Masalah
Porifera atau biasa disebut sebagai hewan berpori berasal dari kata pori yang berarti lubang kecil dan fero yang berarti membawa atau mengandung.Contoh dari porifera adalah sponsa. Sponsa merupakan hawan yang hidup menempel pada suatu substrat di laut. Telah diketahui kira-kira 2500 spesies, ada beberapa yang hidup di air tawar, tetapi sebagian besar hidup di laut. Nama filum ini dari kenyataan bahwa tubuh porifera mempunyai pori-pori. Air beserta makanan masuk melalui pori kedalam rongga di dalam tubuh dari hewan akhirnya keluar melalui oskulum. Air yang telah disaring ini akan dibuang melalui oskulum.
Tubuh sponsa terdiri dari dua lapisan sel, diantara kedua lapisan tersebut terdapat bagian yang tersusun dari bahan yang lunak disebut mesoglea. Sel-sel yang membentuk lapisan dalam mempunyai flagea, yang mengatur aliran sel-sel ini dapat ”menangkap” partikel makanan.
Bentuk sponsa ditentukan oleh kerangka tubuh. Kerangka tersusun dari spikula. Spikula tersebut dari sel-sel yang terdapat dalam mesoglea. Spikula tersusun dari silika atau kapur (kalsium karbonat). Beberapa sponsa tidak memiliki serabut-serabut yang lentur dari zat yang disebut spongin. Sponsa terdapat di perairan yang dangkal di daerah tropis. Bila sponsa diolah dapat digunakan untuk bahan atau alat pembersih.
Seperti yang kita ketahui suatu organisme yang melekat pada suatu subsurat, harus mempunyai cara untuk menyebar keturunannya ke tempat lain.
Untuk tujuan itu sponsa menghasilkan larva kecil yang dapat ”berenang” dengan bebas. Larva
tersebut memisahkan diri dari induknya dan setelah menemukan tempat hidup yang sesuai larva akan melekat disitu dan berkembang menjadi hewan dewasa.
Berdasar fosil porifera yang ditemukan menunjukkan bahwa sponsa adalah salah satu hewan yang pertama kali muncul di bumi. Tetapi tidak ada bukti bahwa ada hewan yang berkembang dari sponsa. Sponsa seakan-akan menempati suatu tempat yang agak unik dalam dunia hewan, oleh karena itu oleh bebrapa ahli taksonomi, porifera dimasukkan dalam suatu kelompok yang disebut parasoa.
B.Perumusan Masalah
1.Apa ciri-ciri hewan Porifera ?
2.Ada berapa kelompokkah Klasifikasi Filum Porifera ?
3.Bagaimanakah Peran Porifera dalam Kehidupan Manusia ?

C.Tujuan Penulisan Makalah1.Mengetahui ciri-ciri hewan Porifera
2.Mengetahui kelompok Klasifikasi Filum Porifera
3.Mengetahui Peran Porifera dalam Kehidupan Manusia




BAB II
PEMBAHASAN PORIFERA

A.Pengertian Porifera
Porifera dalam bahasa latin, kata Porus berarti Pori dan Fer berarti membawa. Porifera adalah hewan multiseluler (metazoa) yang paling sederhana. Hewan ini memiliki ciri umum, yaitu tubuhnya berpori seperti busa atau spons sehingga porifera disebut juga sebagai hewan spons.
B.Ciri-ciri Porifera
1. Sudah merupakan Metazoa (Metazoa tingkat rendah), (Metazoa = hewan bersel banyak), sebab walaupun tubuhnya sudah berdiri dari banyak sel tetapi jaringan tubuhnya masih sederhana karena :
a. Belum mempunyai organ tubuh yang khusus
b. Belum mempunyai sistem saraf
Yang menanggapi rangsang adalah sel-sel individual.
c. Belum mempunyai saluran pencernaan makanan yang khusus.
Pencernaan makanan secara intra seluler (pencernaan makanan dalam sel) karena masih intraseluler maka disebut Parazoa.
2. Dinding tubuhnya berpori-pori (maka disebut Porifera) dan sudah mempunyai sistem canol.
3. Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapis antara lain :
a. Lapisan luar = epidermis
Tersusun dan dermal-dermal epitelium
b. Lapisan dalam
Tersusun dari Choanocyte = deretan sel leher masing-masing Choanocyle dilengkapi dengan Flogellum diantara 2 lapisan (lapisan dalam dan luar) terhadap zat antara berupa gelotin yang disebut Mesoglea atau Mesenchym.
4. Tubuh dilengkapi kerangka yang berupa Spicula-spicula yang berasal dari :
- Kapur (Ca CO3)
- Silicat (H9 Si3O2)
- Campuran kapur + silikat
Kerangka tersebut terdapat didalam lapisan Mesogles.
5. Tempat hidup
- Dilaut (kebanyakan)
- Air tawar (beberapa)
6. Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai jalan masuknya air yang membawa makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada koanosit, zat-zat makanan tadi akan ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh sel amoebosit, maka sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang sudah tidak mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui oskulum. Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat rongga yang disebut mesenkim atau mesoglea tempat dari sel amoeboid dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada. Porifera tidak mempunyai sel saraf. Sel-sel pada Porifera sensitif terhadap rangsang antara lain choanocyt dan myocyt, karena itu gerakan dari flagellum pada choanocyt tergantung pada keadaan lingkungan.

Struktur dan Fungsi Tubuh
Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam protozoa.Tubuh memiliki banyak pori-pori (ostium) yang merupakan celah masuknya air ke rongga dalam tubuh yang berukuran lebih lebar yang disebut spongocoel. Dari spongocoel, air kemudian keluar melalui oskulum, yang terdapat dipermukaan oral (atas) tubuh.
Struktur anatomi porifera :
1.Lapisan luar tubuh (epidermis) terdiri dari selapis sel yang membentuk celah-celah kecil yang disebut ostium. Sel yang membentuk dan menggerakkan ostium disebut porosit.
2.Lapisan dalam (endodermis) terdiri atas sel berbentuk leher yang disebut koanosit. Koanosit memiliki inti, vakuola dan flagela yang berkaitan dengan fungsi sel ini sebagai ‘alat’ pencernaan. Pencernaan terjadi di dalam koanosit, oleh karena itu disebut memiliki pencernaan interseluler.
Antara tubuh bagian luar dan dalam terdapat lapisan tengah (mesoglea/mesenkim) yang terdiri dari 3 model sel, yaitu amubosit dan skleroblast dan arkeosit. Dinamakan amubosit merujuk kepada bentuk dan sifat selnya yang menyerupai bentuk dan sifat amuba, yang mudah berubah bentuk. Skleroblast menghasilkan rangka yang disebut spikula. Spikula umumnya terbuat dari mineral kalsium karbonat dan silika, sedangkan yang lain terbuat dari bahan organik spongin. Sedangkan arkeosit berfungsi dalam reproduksi sel secara seksual.
Porifera belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.Pencernaan dilakukan secara sederhana dengan cara menyaring makanan, berupa plankton dan bakteri, yang terlarut dalam air. Sel yang berperan dalam proses ini adalah koanosit. Setelah itu, maka tugas selanjutnya, yaitu mengedarkan makanan dilakukan oleh amubosit. Amubosit pula yang berperan mengangkut zat sisa pencernaan untuk dibuang.
Cara Hidup dan Habitat
Porifera hidup secara heterotof. Makanannya adalah bakteri dan plankton.Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.
Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km.Sekitar 150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia.
Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau benda lainya di dasar laut. Karena porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.
Reproduksi

Porifera melakukan Reproduksi Aseksual maupun Reproduksi Seksual.
1.Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar. Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi.
2.Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum). Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit. Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hermafrodit.

C.Klasifikasi Filum Porifera
Berdasarkan bahan penyusun rangkanya, porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hexactinellida atau Hyalospongiae, Demospongiae, dan Calcarea (Calcisspongiae).
Hexactinellida
Kerajaan: Animalia
Filum: Porifera
Kelas: Hexactinellida (Schmidt, 1870)
Sub Kelas: Hexasterophora dan Amphidiscophora
Order : Amphidiscosida
Order : Aulocalycoida, Hexactinosa dan Lychniscosa

Hexactinelida merupakan porifera yang tersebar luas pada semua lautan. Habitat utama dari porifera ini adalah pada lautan dalam. Ciri yang membedakan kelas ini dari kelas lain adalah kerangkanya yang disusun oleh spikula silikat. Kerangka spons pada kelas hexactinelida tidak memiliki jaringan spongin. Sel epithelium dermal dan koanosit terbatas pada bentuk-bentuk ruang yang tersembunyi.
a.Sub Kelas Hexasterophora
Ciri khas yang ada pada subkelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa hexaster. Contoh Euplectella.
b. Sub Kelas Amphidiscorpha
Ciri utama pada sub kelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa Amphidics. Contoh Hyalonema.

Demospongiae
Kingdom: Animalia
Filum : Porifera
Kelas : Demospongiae
Ordo : Halichondrida

Porifera yang termasuk dalam kelas Demospongia memiliki kerangka berupa empat spikula silica atau dari serabut spongin atau keduanya. Beberapa bentuk primitive tidak memiliki rangka. Tipe saluran air yang ada pada spons ini berupa Leuconoid. Porifera yang masuk dalam kelompok Demospongia memiliki penyebaran yang paling luas dari daerah tidal hingga kedalaman abvasal. Beberapa bentuk memiliki habitat di air tawar.
a.Sub kelas Tetractinomorpha
Ciri Utama dari sub kelas Tetractinomorpha adalah memiliki megaskleres tetraxonid dan monoxonid, mikroskleres asterose dan kadang-kadang tidak memiliki serat spongin. Tubuh spons ini memiliki bentuk radial dan perkembangan cortical axial mengalami kemajuan. Kelompok ini mencakup spesies ovipar dengan stereogtastrula. Famili yang primitive menetaskan amphiblastulae.



1.Ordo Homosclerophorida
Porifera dalam ordo ini merupakan Tetractinomorpha primitive yang memiliki struktur Leuconoid homogen dengan sedikit dareah terdeferensiasi . Larva menetas berupa amphiblastula. Spikulanya berupa teract berukuran kecil. Beberapa spesies tidak memiliki rangka seperti pada Oscarella.
2.Ordo Choristida
Porifera yang termasuk ordo Choristida paling tidak memiliki beberapa megaskleres tetraxons, biasanya berupa triaenes, mikroskleres berupa aster, sterptaster atau sigmasprae yang khas. Bentuk tubuhnya seringkali rumit. Spons ini memiki korteks yang dapat dibedakan secara jelas dan seringkali tersusun atasnlapisan fibrosa di sebelah dalam dan lapisan gelatin di bagian luar. Contoh Geodia dan Aciculites.

b.Sub Kelas Ceractinomorpha
Ciri utama yang menjadi dasar pengklasifikasian dari sub kelas Ceractinomorpha adalah larvanya yang berupa stereogastrula, megaskleresnya berupa monaxonid, dan mikrosklesesnya berupa sigmoid atau chalete. Aster tidak pernah ditemukan. Pada rangkanya juga sering ditemukan sponging B tetapi dalam jumlah yang bervariasi.
1.Ordo Halichondrida
Porifera yang ada dalam ordo Halichomonacndrida memiliki Kerangka megaskleres berupa monactinal dan atau diactinal serta tidak memiliki microskleres. Contoh:Halichondrida, Hymeniacidondan, Ciocalypta.
2. Ordo Poecilosclerida
Porifera yang masuk dalam ordo ini memiliki rangka yang selalu mengandung megaskleres choanosomal dan dermal. ContohCoelosphoera dan Myxilla.
3. Ordo Haplosclerida
Porifera ini kadang-kadang memiliki rangka silikat yang jika ada terbuat dari kategori tunggal dari megaskleres yang terletak pada serat spongin atau bergabung dalam suatu anyaman yang diikat dengan perekat spongin. Contoh:Haliclona.Megaskleresnya berupa diactinal dan kadang-kadang berupa monactinal yang sedikit bervariasi dalam hal ukuran. Jika ada, mikroskleresnya berupa Chelate, taxiform, sigmoid atau raphdes.

Beberapa genus seperti Dactyliatidak memiliki spikula dan mempunyai rangka dari serat sponin. Rangka dermal berspikula tidak pernah ada . Dermal yang terspesialisasi hanya terlihat pada Callyspongiidae dimana suatu jaringan yang kompleks dari serat spongin bercabang-cabang menembus lapisan dermal. Contoh Callyspongia
4. Ordo Dictyoceratida
Porifera yang masuk dalam ordo Dictyoceratida tidak meiliki spikula. Rangka sepenuhnya tersusun dari suatu anyaman dari serat spongin yang bisa menyertakan partikel lain seperti pasir,kerang ,spikula atau spons lain. Lapisan dermal sering diperkuat oleh spongin A.

Calcarea
Kerajaan : Animalia
Filum : Porifera
Kelas : Calcarea

Calcarea merupakan spons yang hidup di laut. Spons ini memiki kerangka spikula dari zat kapur yang tidak terdeferensiasi menjadi megaskleres dan mikroskleres. Bentuk spons ini bervariasi dari bentuk yang menyerupai vas dengan simetri radial hingga bentuk bentuk koloni yang membentuk bangunan serupa anyaman dari pembuluh-pembuluh yang kecil hingga lembaran dan bahkan ada yang mencapai bentuk raksasa.
a.Sub kelas Calcaronea
Ciri khas dari sub kelas ini adalah larvanya yang berupa larva amphibalstulae. Koanosit terletak pada posisi apical. Flagela dari tiap koanosit muncul dari nucleus. Spikula triradiate biasanya satu helai yang terpanjang dari yang lain . Struktur tipe saluran air yang ada pada sub kelas ini berupa tipe leuconoid yang berasal dari tipe syconoid.

1.Ordo Leucosolenida
Tipe ini memiliki struktur Asconoid. Contoh Leucosolenia
2.Ordo Sycettida
Tipe saluran air yang ada pada ordo ini ada yang berupa Syconoid atau Leuconoid. Contoh Sycon.

b.Sub Kelas Calcinea
Ciri khas yang ada sub kelas Calcinea adalah larvanya yang berupa parenchymula dan flagella dari koanosit muncul tersendiri dari nucleus koanosit yang menempati dasar sel.Pada sebagian besar spesies triradiata , spikula memiliki ukuran yang sama. Bentuk Leuconoid yang ada pada sub kelas ini tidak berasal dari tipe syconoid tetapi langsung berupa anyaman dari asconoid.

1. Ordo Clathrinida
Ciri khas dari ordo ini adalah tipe saluran airnya berupa asconoid yang secara permanen serta tidak memiliki membrane dermal atau korteks. Contoh Clathrina
2. Ordo Leucettida
Ciri khas dari Ordo ini adalah tipe saluran air yang berupa Syconoid hingga Leuconoid dengan membrane dermal atau korteks yang jelas. Contoh Leucascus levcetta.
3. Ordo Pharetronida
Ciri khas yang ada pada ordo ini adalah tipe saluran airnya yang berupa Leuconoid dan rangka tersusun dari spikula quadriradiata yang disertai penguat calcareous. Contoh Petrobiona dan Minchinella.
D.Peran Porifera dalam Kehidupan Manusia

Sebagai makanan hewan laut lainnya
Sebagai sarana kamuflase bagi beberapa hewan laut
Sebagai hiasan akuarium
Sebagai alat penggosok untuk mandi dan mencuci jenis hippospongia
Porifera yang dijadikan obat kontrasepsi (KB)
Sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya
Sebagai campuran bahan industri (kosmetik
Gambar untuk porifera :






BAB III
PENDAHULUAN CTENOPHORA

A.Latar Belakang
Kita sering melihat apa yang namanya hewan. Hewan merupakan sekelompok organisme yang digolongkan dalam Kingdom Animalia yang merupakan mahluk hidup di bumi ini. Hewan diklasifikasikan menjadi vertebrata dan avertebrata. Vertebrata merupakan jenis hewan yang bertulang belakang seperti ikan, burung, katak, buaya, lumba – lumba, dan lain sebagainya. Sedangkan avertebrata adalah kebalikan dari vertebrata, yaitu hewan yang tidak bertulang belakang seperti cacing, teripang, ubur – ubur, serangga, dan lain sebagainya.
Selain itu, hewan – hewan yang tak bertulang belakang atau hewan avertebrata digolongkan dalam beberapa filum. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan menyusun sebuah makalah tentang filum Ctenophora yang merupakan salah satu filum avertebrata.
B.Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.siswa dapat mengenal filum ctenophora.
2.siswa dapat mengetahui klasifikasi filum ctenophora.
3.siswa dapat mengetahui morfologi filum ctenophora.
4.siswa dapat mengetahui fisiologi filum ctenophora.
5.siswa dapat mengetahui reproduksi filum ctenophora.
6.siswa dapat mengetahui peranan filum ctenophora.
C.Manfaat



Adapun manfaat dari makalah ini yaitu siswa dapat mengetahui dan mengenal filum ctenophora


BAB IV
PEMBAHASAN CTENOPHORA A.Deskripsi Ctenophora



Ctenophora adalah salah satu filum hewan invetebrata. Anggota filum ini menyerupai hewan ubur-ubur. Walaupun secara klasifikasi berbeda filum, awalnya Ctenophora dikelompokkan dengan Cnindria dalam filum Coelenterata. Akan tetapi setelah disadari adanya perbedaan menyebabkan spesies Ctenophora ditempatkan pada filum yang terpisah.



Ctenophore berasal dari bahasa Yunanikteno / kteisyang berarti "sisir" dan phore, "pembawa" yang dalam bahasa Latin disebut ctenophorus. Fitur yang paling khas pada mereka adalah "sisir" dan kumpulan silia yang mereka gunakan untuk berenang. Mereka adalah hewan terbesar yang berenang dengan menggunakan silia.



Ctenophora memiliki ukuran beberapa milimeter sampai 1,5 m. Seperti cnidaria , tubuh mereka terdiri dari massa jelly, dengan satu lapisan sel di luar dan lain melapisi rongga internal. Saat ini terdapat kurang lebih 150 spesies.

B.Klasifikasi Ctenophora



Semua hewan yang tergolong Ctenophora hidup di laut.Ctenophora terdiri dari dua kelas, yaitu kelas Nuda dan kelas Tentaculata. Kelas Nuda dekelompokkan menjadi 1 ordo yaitu Berioda. Kelas Tentaculata dikelompokkan mejadi 4 ordo yaitu Cestida, Cydippida, Lobata, dan Platyctenida.
Salah satu ciri khas yang membedakan Tentaculata dan Nuda adalah tentakelnya. Tentaculata mempunyai tentakel yang dilengkapi sel colloblasts untuk menagkap mangsanya. Sementara kelas Nuda tidak mempunyai tentakel. Kelas Nuda menangkap mangsanya dengan membuka rongga mulutnya dengan lebar. Berikut ini gambar ctenophora dari kelas Tantacula.

C.Morfologi Ctenophora


Ctenophora memiliki bentuk tubuh yang bulat, lonjong, lunak dan simetris radial. Salah satu keunikan Ctenophora adalah mampu mengeluarkan cahaya dari tubuhnya sendiri.. Bagian permukaan luar Ctenophora mempunyai delapan baris sisir yang disebut dengan cilia yang dapat digunakan sebagai alat gerak. Oleh karena itu, hewan ini dikenal sebagai ubur-ubur sisir karena secara vertikal tubuhnya terbagi oleh 8 helai cilia yang tampak seperti deretan sisir.Ctenophora memiliki mulut untuk masuknya makanan serta dua lubang anus untuk mengeluarkan air dan kotoran di ujung yang lain.

D.Fisiologi Ctenophora



Ctenophora adalah hewan diplobastik yaitu hanya mempunyai dua lapisan badan yang terdiri dari dua lapisan sel transparan yang hanya menyusun kulit terluarnya (ektoderm) dan kulit bagian dalam (gastroderm).Dinding tubuh Ctenophora dapat dibedakan menjadi mesoderma dan endoderma.

E.Reproduksi Ctenophora



Hampir semua spesies Ctenophora adalah hermafrodit atau memiliki alat kelamin ganda. Reproduksi Ctenophora dilakukan secara seksual. Meskipun ada beberapa spesies yang melakukan reproduksi secara aseksual dengan cara fragmentasi.



Alat reproduksi Ctenophora terletak di bawah cilia. Sel ovum dan sperma dilepaskan melalui pori – pori yang ada di epidermis. Sebagian besar spesies Cnetophoa melakukan pembuahan secara eksternal atau diluar tubuh Cnetophora, meskipun ada beberapa spesies yang melakukannya secara internal.

F.Peranan Ctenophora



Ctenophora mempunyai peranan positif dan negatif. Peranan posisti ctenophora diantaranya adalah ikut menjaga keseimbangan ekosistem di laut. Hal karena Ctenophora suka memakan fitoplankton(plankton tumbuhan). Selain itu juga Ctenophora juga sebagi sumber makanan bagi hewan laut seperti: Salmon, penyu, dan ubur ubur.
Namun Ctenophora juga memiliki dampak negatif yaitu membawa kerugian bagi peternakan tiram karena hewan-hewan ini memakan larva-larva tiram sehingga merugikan petani tiram. Selain itu, bila terjadi ledakan populasi, maka dapat membuat ekosistem tidak seimbang. Hal ini pernah terjadi di tahun 1989 di Laut Hitam saat Ctenophora memkan larva ikan Pelgis.Dan tahun 1999 di Laut Kaspia. Hasilnya adalah bahwa 75% dari zooplankton sudah habis, sehingga mempengaruhi seluruh rantai makanandanau.


BAB V PENUTUP PORIFERA

A.Kesimpulan
Filum porifera telah ada di laut sejak jaman prokambium sekitar 600 juta tahun yang lalu, berdasarkan cacatan fosil.Asal usul hewan porifera mengisyaratkan hewan ini merupakan turunan dari koloni protozoa jenis 'choanoflagellata'.
'Hewan spons' itulah sebutan untuk filum porifera, disebabkan seluruh permukaan tubuh hewan ini lobang-lubang kecil (pori). Porifera merupakan hewan yang paling sederhana dari organisme multiseluler dan sebagian besar hidup di laut. Saat ini telah ditemukan 5000 - 10.000 species, dan hanya 150 species yang hidup di air tawar, umumnya hewan ini sebagai bentik di perairan.
Porifera bereproduksi melalui dua cara, yaitu secara generatif ataupun secara vegetatif. Reproduksi generatif, yaitu dengan sel-sel kelamin yang dihasilkan oleh sel amoeboid. Porifera termasuk hewan monoesius atau hermafrodit karena dalam satu tubuh bisa menghasilkan dua sel kelamin sekaligus. Reproduksi vegetatif dengan pembentukan tunas ataupun kuncup. Ketika kuncup atau tunas-tunas tersebut lepas akan tumbuh menjadi individu baru. Apabila Porifera berada dalam lingkungan yang kering, maka akan membentuk gemmule atau kuncup dalam yang nantinya juga bisa tumbuh menjadi individu baru.
Tubuh Porifera yang sudah mati dapat dimanfaatkan sebagai penggosok ketika mandi ataupun mencuci. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai hiasan yang ada pada akuarium.
BAB VI
PENUTUP CTENOPHORA

A.Kesimpulan
Setelah menyusun makalah ini dapat ditarik kesimpulan :
1.Ctenophora adalah salah satu filum hewan invetebrata. Anggota filum ini menyerupai hewan ubur-ubur.
2.Ctenophora terdiri dari dua kelas, yaitu kelas Nuda dan kelas Tentaculata. Kelas Nuda dekelompokkan menjadi 1 ordo yaitu Berioda. Kelas Tentaculata dikelompokkan mejadi 4 ordo yaitu Cestida, Cydippida, Lobata, dan Platyctenida.
3.Ctenophora memiliki bentuk tubuh yang bulat, lonjong, lunak dan simetris radial.
4.Ctenophora adalah hewan diplobastik yaitu hanya mempunyai dua lapisan badan ektodrem dan gastroderm.
5.Reproduksi Ctenophora dilakukan secara seksual. Meskipun ada beberapa spesies yang melakukan reproduksi secara aseksual dengan cara fragmentasi.





6.Ctenophora mempunyai peranan positif dan negatif. Peranan posisti ctenophora diantaranya adalah ikut menjaga keseimbangan ekosistem di laut. Dampak negatifnya apabila terjadi ledakan populasi, maka dapat membuat ekosistem tidak seimbang.

apa itu engine flush dan cara kerjanya

Engine Flush


Jika ingin mobil kita segar kembali,.. pada saat ganti olie baiknya mengikuti cara tersebut di bawah… kerak-kerak dan kotoran olie diharapkan bisa tuntas lenyap dari mesin kita… sehingga olie baru yang masuk ke mesin akan benar-benar bersih dan segar buat mesin.
Bahan-bahan :
1. 2 buah filter imitasi/murah
2. 2 galon oli murah atau sesuai 2 kali kapasitas mesin
3. Cairan Flush
NOTE : Oli murah yang dipakai bisa lebih jika spool (pembilasan
dilakukan lebih dari sekali)

Caranya :
TAHAP I Flushing :
1. Buang Oli lama
2. Ganti filternya memakai filter murah/imitasi
3. Tuang oli murah + cairan flush yang telah diaduk
4. Nyalakan mesin sesuai petunjuk pembuat obat flush tsb.
TAHAP II Spooling/pembilasan :
1. Matikan mesin
2. Buang campuran oli mesin + flush di atas
3. ganti filter dengan filter imitasi kedua
4. masukkan oli murah kedua
5. nyalakan mesin selama 20 - menit
6. Buang oli murah
Nah tahap ke II ini bisa, diulang terserah kerelaan kantong.
Bahkan bisa mengulang sampai 3 kali untuk tahap ke-II
ini, sampai oli buangan spool kelihatan jernih.
Setelah itu ganti filter dengan filter original (yang OK) & masukkan
oli mesin yang sesungguhnya / favorite kita

 

 

Batas Ketebalan Disc Pad / Brake Shoe (sepatu rem).

Untuk kendaraan yang menggunakan rem Disc, perlu memperhatikan bahwa batas minimum ketebalan kampas/pad adalah hanya 2mm saja.
Untuk kendaraan yang menggunakan rem Tromol, batas minimum ketebalan kampas/pad sepatu remnya adalah 1mm.

Urusan rem jangan diremehkan…. taruhannya kalo gak nyawa orang lain ya nyawa kita sendiri atau keluarga kita sendiri… DUH!!

 

 

 

 

 

 

 

 

EFI - Piggy Back untuk Sepedamotor

By bengkelsepedamotor
Karena suatu saat semua sepedamotor akan menggunakan EFI.
Hal tersebut diatas terjadi bukan karena diperingatkan oleh salah satu produsen sepedamotor dalam iklannya tetapi karena kesepakatan peraturan globalisasi tentang emisi gas buang yang harus dipatuhi oleh semua produsen otomotif di dunia.
Sebelum membaca lebih jauh ada baiknya membaca dan memahami tulisan sebelumnya tentang EFI untuk Sepedamotor, khususnya mengenai nama komponen dan fungsinya.
PIGGY BACK kalau menurut kamus (kamus saya) artinya menggendong di belakang. Arti harafiah karena piggyback ini umumnya diletakkan di atas/digendong ECU bawaan pabrik, khususnya piggy back yang mempunyai kemampuan untuk memodifikasi tabel AFR maupun saat pengapian.
Sesuai kebutuhan modifikasi mesin yang telah dilakukan, seperti sewaktu masih pakai karburator ganti slow jet, jet needle + needle jet, main jet, atau menggeser pick-up coil untuk memajukan saat pengapian lebih canggih lagi tukar CDI yang kurva pengapiannya dapat diubah, namun sekarang bedanya semua hal tersebut dilakukan secara digital.

Piggy back minimal mempunyai 3 soket. Dua soket kabel sesuai soket ECU dan kabel utama (main harness), sehingga semua kabel yang berhubungan dengan ECU melewati soket Piggyback lebih dahulu. Satu soket untuk koneksi ke PC untuk merubah tabel AFR (ganti jet/spuyer) dan tabel pengapian (geser pick-up coil, kurva pengapian) secara digital di layar monitor.
Jadi lebih ringkas dan cepat, tidak pakai obeng atau ada bensin berceceran saat membuka mangkok karburator, tinggal colok, pakai laptop, ganti spuyer deh, tidak ada istilah ukurannya tidak ada, bahkan ukuran “spuyer digital” bukan #40, #45, mau pakai ukuran #40,22 juga bisa.
Seperti team MotoGP, mekanik saat persiapan sebelum warm-up lap ada yang bawa laptop, colok, cek, kalau ada perubahan kodisi atau cuaca tinggal copy, paste tabel yang paling sesuai dari kumpulan tabel-tabel saat latihan, tapi yang ini map AFR langsung di ECU bukan pakai Piggyback. (Tulisan ECU aftermarket menyusul).
Kali ini yang dibahas adalah Piggyback yang hanya mengubah AFR, untuk memodifikasi sinyal atau keluaran yang dikirim oleh ECU kepada INJECTOR.
Lebih sederhana tidak usah pakai PC atau Laptop soket tempat coloknya nggak ada.
PAKAI OBENG, masih pakai obeng untuk penyetelan “Spuyer Digital”.







Setting Karbu Motor Standar Korek Harian

Meski kita bisa pertahankan karbu standar bawaan pabrik. Korek harian 4-tak tetap perlu ubah setingan pada mesin standart motor seperti papas KEM menjadikan kompresi sudah naik dan kem dikorek, karbu sebagai pemasok gas bakar harus disesuaikan,” Tutur yang di sampaikan Ibe mekanik Bengkel BIM’S di kawasan Ps.Minggu-Jaksel.
Tips yang amat simpel nyeting main-jet dan pilot-jet. “Tidak pake patokan. Soalnya karakter masing-masing motor beda. Kuncinya, rasakan saja dampak di mesin,” Imbuh Sang Mekanik
Lakukan penyetelan gas dan angin secara maksimal. “Jika teriakan mesin pada setelan gas tertinggi kurang njerit, berarti main-jet memang kurang dan harus di naikan angkanya. Coba naikan 5 angka dulu dari angka standar pabrikan. Setelah itu, coba tarik gas. Jika pada gas tinggi tampak kayak ada kosong, alias ada jeda pada pasokan bensin. “Itu main-jet masih kurang. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk kenaikan itu sudah cukup tinggi.

Sebaliknya, jika saat digas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean juga berdampak bensin boros. “Bensin terbuang dan nggak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan kegedean pas.
Sementara untuk setelan pilot-jet, gejalanya juga dideteksi dengan beberapa hal. Gejala pertama, jika motor susah hidup setelah dilakukan korekan. “Atau setelah hidup, tapi pada putaran bawah tampak seperti ada kosongnya. Kayak bensin enggak jalan. Itu artinya pilot-jet perlu dinaikan,” katanya.
Cara menaikan juga bertahap. “Sama kayak kenaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu,” Ancer-ancer kebiasan yang dilakukan untuk para pelanggannya, Ibe menyetel pilot-jet maupun main–jet untuk motor standar korek, pas pada penambahan antara 5 sampai 7,5 angka. Tentu saja, tergantung karakter korekan dan jenis karburator. “Tapi dari pengalaman, setingan pilot dan main-jet motor enggak pernah sampai 10. Jenis karburator standar pabrik. Kini motor tunggangan Anda akan sedikit mengalami perubahan pada saat motor di pacu dengan putaran mesin tinggi tapi akan membuat sedikit pasokan bensin yang keluar akan lebih boros.
Tapi perlu di pahami setiap motor akan ada perbedaan pada setiap motor, maka harus dengan cermat serta teliti menjadikan motor bisa membesut kencang di jalan. Dan perlu di ingat hati-hati di jalan saat anda mengendarai motor anda tetaplah untuk konsen saat mengendarai tunggangan Anda di jalan. @spom

Tips & Tricks

Kondisi Mesin Kunci Hemat Bensin
Langkah apapun yang dilakukan buat menghemat bahan bakar, seperti menambah alat penghemat ataupun melatih cara mengemudi, akan mubazir bila kondisi mesin mobil tidak fit. Kondisi mesin tidak normal justru membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Parah kan?
Nah, sebelum memutuskan untuk berhemat bahan bakar, sebaiknya periksa kondisi mesin mobil terlebih dulu. Tak selamanya mobil yang dapat berjalan normal memiliki setelan yang tepat dan punya performa maksimal.
Tak perlu pusing membongkar mesin buat tahu kondisi mesin. Cukup lakukan tes emisi gas buang. Alat tes ini akan membaca kondisi mesin melalui asap hasil sisa pembakaran mesin dan mengeluarkan print out analisa.
Tak perlu juga jadi mekanik andal buat mengerti hasil analisa gas buang ini. Berikut, beberapa variabel pengukuran yang bisa menjadi acuan buat membaca hasil analisa tersebut.
CO (karbon monoksida) menunjukkan efisiensi pembakaran di dalam silinder. Pembakaran mesin injeksi yang efisien berkisar antara 0,2-1,5% dengan toleransi 0,5%. Sedangkan karburator 1-3,5% dengan toleransi 1-2%. Jika ternyata angka CO di luar ideal, artinya perlu dilakukan beberapa pemeriksaan. Kemungkinan bisa beragam, mulai dari karburator/injektor/filter udara kotor, choke karburator menutup, intake manifold/inlet kepla silinder kotor, hingga sampai kebocoran kompresi dari klep
CO2 (karbondioksida) menunjukkan hasil pembakaran di dalam mesin. Angka idealnya harus diatas 12%. Semakin tinggi nilainya, makin baik pembakaran yang terjadi. Artinya, energi yang dibakar pun makin banyak. Bila nilai CO2 di bawah 12%, artinya campuran bahan bakar dengan udara kurang tepat atau ruang bakar yang kotor.
HC (hidrokarbon)
Mengindikasikan sisa bensin yang terbuang bersama asap knalpot. Nilai idealnya tak boleh melebihi 300 ppm. Bila melenceng dari nilai ini dapat berakibat tenaga loyo dan boros bensin. Periksa kompresi di ruang bahan bakar dan sistem pengapian
O2 (oksigen) yang terlalu banyak keluar dari sisa gas buang menandakan proses pembakaran di mesin tak efeisien. Nilainya tak boleh lebih dari 2%. Jika kelebihan, berarti ada kebocoran di sistem gas buang atau setelan bahan bakar terlalu irit. Semakin dekat nilai O2 ke angka 0, maka semakin baik proses pembakaran yang terjadi
Lambda berkaitan dengan perbandingan antara campuran udara dan bahan bakar yang terbuang lewat asap knalpot. Nilai idealnya 1. Jika lebih besar dari 1,1 berarti bahan bakar terlalu irit. Sedangkan saat kurang dari 0,95, bahan bakar boros. Kurang dari 0,85, bahan bakar terlalu boros.

CFM = Aliran Gas Bakar    
Istilah CFM masih asing di telinga mekanik lokal. Ini ilmu 4-tak impor didapat mekanik Indonesia yang belajar ke luar negeri. “Artinya debit aliran gas bakar di lubang isap dan buang. Satuannya CFM (Cubic Feet Minute),” sebut mekanik yang tahu CFM tapi ogah disebut nama.
Sudah pasti bisa ditebak. Mekanik yang belajar khusus keluar negeri yaitu Benny Djatiutomo ke Swedia. Atau Tomy Huang ke Australia. Beny mekanik Star Motor, Jakarta dan Tomy penemu CDI Cibinong.
CFM dalam satuan Inggris. Kalau satuan metriknya m3/detik. Atau cc/detik. Untuk mengukur CFM harus menggunakan alat yang disebut flowbenches atau bahasa sininya flowmeter.
Angka CFM sangat besar artinya. Makin besar CFM akan didapat daya kuda yang melangit. “Angka CFM paling tinggi kastanya. Kemudian menyusul kem, kompresi dan pengapian,” jelas sumber yang belum mau sesumbar itu.
Angka CFM disensor dari lubang isap dan buang. Untuk mengetahui aliran di titik tertentu dipasangi sensor. Kemudian dialiri udara. Maka sensor akan mendapatkan sinyal kecepatan debit udara itu.
Untuk mendapatkan CFM yang besar, porting lubang isap dan buang harus benar-benar bagus. Banyak faktor lain yang juga mempengaruhi. Seperti sudut atau tekukan manifold, bentuk dan kerataan lubang, besar payung dan batang klep. Serta bentuk bibir klep dan ruang bakar.
Berarti kunci tenaga besar letaknya di kepala silinder. Sesuai dengan komentar Scott Crouse, penulis di website Chevy High Performance. Katanya begini, kunci untuk mendapatkan tenaga kuda besar tergantung di kepala silinder. Bentuk lubang (isap dan buang), aliran gas bakar ke silinder dan ke luar silinder.
Ketika mengorek mesin, kepala silinder dulu yang disasar. Aliran lubang isap dan buang dibenahi. Selanjutnya bawa ke bengkel yang punya flowmeter. Bisa ditebak besar alirannya dalam satuan CFM.
Untuk mengkonversi dalam satuan dk atau HP tinggal dikalikan. Rumusnya sederhana, yaitu: HP = 0,256 x cfm
Dari bisik-bisik, Yamaha Jupiter-Z pacuan Hokky Krisdianto sekitar 65 cfm. Maka daya kudanya bisa dicari. Tinggal dikalikan 0,256. Hasilnya 16,64 dk (HP). Menurut Beny, dari dynotest didapat 18 dk.
Bisa lebih besar 2 dk, sebab pengapian, kompresi dan kem mendukung. Jika faktor itu kurang bagus, penurunannya juga turun sekitar 2 dk. Jadi, gampang sekali sebenarnya menggapai daya kuda besar. Tinggal bikin dulu porting yang benar.
0,1    
Ganti rasio atau perbandingan gir bisa nambah akselerasi atau top speed. Tapi, menurut Andi Mulki, gonta-ganti sproket motor standar ada aturannya. Jika dilanggar, performa motor malah jeblok. “Karena komponen lain masih standar, jadi tenaga pun estede. Makanya ganti gir jangan sampe bikin tenaga motor malah loyo,” bilang pria yang karib disapa Ko’ An itu.
Menurut Ko’ An, tarikan yahud bisa didapat dengan memperingan rasio gir dari standarnya. “Tapi top speed-nya berkurang. Cocoknya dipake di jalan kota yang padat dan gak butuh kecepatan puncak,” jelas kiliker balap yang kini jadi mekanik motor harian. Sebaliknya, top-speed makin oke jika rasio gir diperberat dari aslinya. Risikonya, akselerasi agak lambat.
Dientengin artinya, hasil bagi jumlah mata gir belakang dengan depan setelah diganti jadi lebih kecil ketimbang aslinya. Kalo diberatin, hasil bagi jumlah mata gir belakang dengan depan setelah diganti jadi lebih besar daripada standar.
Sekarang bicara aturan gonta-ganti gir. Ko’ An mematok perubahan rasio gir depan-belakang maksimal 1 mata. Baik itu dientengin atau diberatin. Maksudnya, “Kalo diitung perubahan rasionya, plus-minus, maksimal 0,1,” jelas mekanik mangkal di Cahaya Logam di Jl. Hos Cokroaminoto, Ciledug, Tangerang.
Biar jelas, pakai contoh rasio gir Astrea Supra. Bebek Honda ini pakai gir depan 15, belakang 40. Rasio 40 dibagi 15. Hasilnya 2,667. Jika mengacu aturan dari Ko’ An, batas maksimum ngentengin perbandingan gir adalah 2,567. Sedang batas maksimum ngeberatin rasio gir adalah 2,767.
Kalo mau perbaiki akselerasi bisa dengan memperbesar gir belakang satu mata, yaitu 41. Kan rasio sproketnya jadi 2,733 (41 dibagi 15). Tapi, jika nurunin gir depan satu mata (14) hasilnya jadi 2,857. Lewat dari batas maksimum.
Makanya, bila mau nambah akselerasi dengan make gir depan 14, gir belakang pun kudu diganti. Yang memenuhi aturan kudu pake gir belakang 38. Sebab, dengan itu rasio girnya jadi 2,714 (38 dibagi 14).

Gonta-Ganti Gir

Rasio Jangan Lebih 0,1    
TABEL CONTOH RASIO GIR SUPRA

G i r D e p a n
Gir Belakang
13
14
15
16
17
38
2,923
2,714
2,533
2,375
2,235
39
3,000
2,786
2,600
2,438
2,294
40
3,077
2,857
2,667
2,500
2,353
41
3,154
2,929
2,733
2,563
2,412
42
3,231
3,000
2,800
2,625
2,471
Keterangan :
xxx : perbandingan standar
xxx : perbandingan berat menambah top speed
xxx : perbandingan ringan manambah akselerasi



Suhu Tepat, BBM Hemat

Pada suatu pertemuan klub mobil, seorang teman dengan bangga memperlihatkan jarum temperatur mobilnya yang menunjukkan posisi seperempat, sementara pada umumnya untuk mobil yang sama seharusnya menunjukkan posisi setengah. Ia menganggap sistem pendingin mesin pada mobilnya bekerja dengan baik dan akan bebas dari masalah overheat. Sementara itu ada juga teman yang baru saja mencabut thermostat dari mesin mobilnya karena takut masalah overheat terulang lagi.
Kedua hal di atas ternyata banyak juga terjadi pada mobil merek lain, khususnya mobil eropa. Apa dampak negatifnya buat mobil tersebut?
Mesin mobil bekerja secara optimal pada suhu yang cukup tinggi (sekitar 93ºC). Jika mesin bekerja pada suhu yang rendah akan membuat komponen mesin cepat mengalami kerusakan, detonasi, membuat polusi dan boros bahan bakar.
Untuk itu hal terpenting yang dilakukan oleh semua produksen mobil adalah membuat pengatur suhu agar mesin segera mencapai suhu kerjanya dan menjaganya agar tetap konstan (stabil).
Selain suhu kerja mesin yang ideal, untuk terjadinya proses pembakaran yang sempurna, diperlukan campuran bensin dan udara yang tepat.
Komposisi campuran bensin dan udara sering disebut Air-Fuel Ratio (AFR).
Idealnya AFR bernilai 14,7 . Artinya campuran tersebut terdiri dari 1 butir bensin berbanding 14,7 butir udara atau disebut dengan istilah Stoichiometry.


Pada kondisi dingin, mesin memerlukan lebih banyak bensin (AFR kaya) dan putaran mesin perlu dibuat lebih tinggi agar dapat bekerja dengan baik dan tidak berguncang (coldstall).
Ketika mesin mencapai suhu kerja ideal AFR kembali dibuat mendekati ideal (AFR = 14,7).
Mesin yang masih menggunakan karburator, proses pengaturan AFR dilakukan melalui Choke maupun Choke otomatis yang menggunakan vacuum solenoid dan temperature vacuum valve.
Pada mesin injeksi, pengaturan AFR dilakukan oleh ECU (Engine Control Unit - komputer pengatur mesin) berdasarkan referensi sensor suhu air di blok mesin (Coolant Temperature Sensor) untuk kemudian ECU mengatur putaran mesin dan debit bensin yang disemprotkan injektor.

Thermostat sebagai pengatur suhu
Mesin mobil yang menggunakan sistem pendingin air menggunakan thermostat sebagai pengatur suhu. Thermostat berfungsi sebagai katub/keran aliran air dari mesin ke radiator. Pada saat masih dingin, thermostat menutup sehingga air akan berputar-putar di blok mesin yang membuat suhu kerja ideal cepat tercapai.
Saat suhu kerja tercapai, maka thermostat membuka sehingga air mulai dialirkan ke radiator untuk di dinginkan agar suhu mesin tidak melebihi suhu kerjanya, ketika suhu mulai terlalu dingin thermostat kembali menutup, begitu seterusnya sehingga membuat suhu mesin menjadi stabil.
Thermostat sebagai ‘kambing hitam’
Sering terdengar kasus overheating yang diakibatkan oleh sistem pendingin, atau kasus mesin yang selalu dalam kondisi panas.
Dari kasus-kasus tersebut tidak sedikit bengkel yang menyarankan untuk mencabut thermostat karena dianggap sebagai biang keladinya. Ada pula bengkel yang menyarankan agar mengganti dengan thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari standarnya dengan alasan iklim Indonesia yang cukup panas (tropis).
Mencabut thermostat adalah tindakan yang salah, karena mesin akan cukup lama mencapai suhu kerjanya, bahkan tidak pernah mencapai suhu kerja yang ideal. Suhu mesin pun menjadi tidak stabil, ketika sedang menuruni bukit atau kecepatan tinggi suhu mesin akan menjadi sangat dingin.
Mengganti thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari yang disarankan pabrik juga membuat mesin bekerja dibawah suhu kerja ideal.

Solusi: Cermati Suhu Kerja Mesin
Apabila kita menggunakan mobil bekas atau yang sudah tua, coba untuk mencermati suhu kerja mesin mobil kita. Lihat jarum petunjuk temperatur pada panel instrumen.
Coba juga sempatkan bertanya ke bengkel resmi atau ikut serta mailing list maupun klub mobil sejenis untuk menanyakan pada posisi manakah suhu mesin kita dalam kondisi normal.

Apabila jarum temperatur menunjukkan suhu yang lebih rendah misalnya hanya seperempat (normalnya setengah), maka ada kemungkinan sebagai berikut:
1. Thermostat sudah dicabut : Membuat mesin bekerja dalam kondisi dingin, biasanya karena pernah terjadi overheating pada mesin, sehingga thermostat dilepas.
Solusi : Pasang thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.
2. Thermostat macet : Terjadi apabila thermostat rusak sehingga selalu dalam kondisi membuka.
Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.
3. Thermostat bersuhu kerja rendah : Akibat menggunakan thermostat yang bersuhu kerja rendah membuat mesin bekerja disuhu kerja yang rendah.
Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.

TIPS Perawatan Sistem Pendingin Mesin:
Perhatian terhadap komponen sistem pendingin lainnya juga perlu agar mesin selalu dalam kondisi prima:
1. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.
2. Hindari menggunakan air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator. gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.
3. Gunakan Radiator Coolant yang bermutu baik, dan pakai sesuai anjuran.
4. Ganti tutup radiator setiap 4 - 5 tahun, kerusakan tutup radiator menyebabkan tidak dapat melepas kelebihan tekanan sehingga akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.
5. Ganti thermostat setiap 5 tahun, jika tetap akan menggunakan thermostat bersuhu lebih rendah dari anjuran pabrik, jangan lebih dari 5ºC perbedaannya. Ingat, thermostat jangan dilepas.
6. Periksa kinerja motor fan atau visco fan.
7. Ganti waterpump apabila sudah terdeteksi terjadi kebocoran atau aliran air lemah.
8. Jika radiator yang berbahan plastik pecah/retak, ganti dan gunakan radiator head original, jangan mengganti dengan bahan kuningan, karena jika terjadi over-pressure, maka komponen mesin lain akan dapat pecah atau retak
9. Pemakaian Radiator coolant untuk mesin diesel sebaiknya memakai jenis Extended Life.
(sumber: The Beginner Files - IDMOC)

 

Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik (Electronic Fuel Injection System)

Pendahuluan

Sejak Robert Bosch berhasil membuat pompa injeksi pada motor diesel putaran tinggi (1922 _ 1927), maka dimulailah percobaan-percobaan untuk menerapkan pompa injeksi tersebut pada motor bensin. Pada mulanya pompa injeksi motor bensin dicoba, bensin langsung disemprotkan ke ruang bakar seperti motor diesel, namun timbul kesulitan saat motor dihidupkan pada kondisi dingin karena bensin sukar menguap pada suhu rendah dan akibatnya bensin akan mengalir keruang poros engkol dan bercampur dengan oli. Untuk mengatasi hal ini, maka penyemprotan bensin dilakukan pada saluran isap (intake manifold), hal ini pun bukan tidak bermasalah karena elemen pompa harus diberi pelumasan sendiri mengingat bensin tidak dapat melumasi elemen pompa seperti solar. Para ahli konstruksi terus berusaha merancang suatu sistem injeksi yang berbeda dari sistem-sistem terdahulu (tanpa memakai pompa injeksi seperti motor diesel).
Pada mesin bensin konvensional suplai bahan bakar didapatkan dari hasil karburasi melalui karburator. Untuk mendapatkan tenaga yang optimum, komposisi campuran (perbandingan berat) antara udara dan bensin harus berkisar antara 14,7 : 1, dan ini harus diperoleh pada setiap kondisi kerja mesin yang selalu berubah, namun pada kenyataannya hal ini sulit sekali dicapai karburator, karena pada karburator percampuran bensin dan udara sangat bergantung pada ukuran lubang-lubang spuyer karburator. Keberhasilan sistem injeksi tak terlepas dari ketepatannya mencampur bensin yang disalurkan ke mesin sesuai dengan putaran dan bebannya. Karena bensin disemprotkan langsung kesaluran isap (intake manifold) melalui injektor, maka ketepatan campuran dapat dicapai, sehingga polusi gas buang dapat ditekan dan mesin pun dapat bekerja lebih efisien. Secara garis besar kerja sistem injeksi dapat dibedakan menjadi : 1) Sistem injeksi secara kontinyu dan mekanis, yaitu sistem K-Jetronic, 2) Sistem injeksi secara kontinyu dan elektronis, yaitu sistem KE-Jetronic, dan 3) Sistem injeksi secara terputus-putus (periodik) dan elektronis, yaitu sistem L, L3, LH-Jetronic, (EFI Toyota) dan Motronic.

1. Sistem Injeksi secara kontinu dan mekanis, yaitu sistem K-Jetronic


1 fuel tank
2 electric fuel pump
3 fuel acumulator
4 fuel filter
5 warm-up regulator
6 fuel-injection valve
7 intake manifold
8 solenoid-operated start valve
9 mixture-control unit 9a fuel distributor 9b primary-pressure regulator
10 air-flow sensor
13 thermo-time switch
14 auxiliary-air device
15 thermo-time switch
16 engine-temperature sensor
17 ignition distributor
18 control relay
19 control unit
20 ignition-starting switch
21 battery


Prinsip dasar sistem injeksi yang dipakai pada mobil-mobil saat ini mulai sekitar tahun 1960.

2. Sistem Injeksi secara Kontinu dan Elektronis, yaitu sistem KE- Jetronic


  1. fuel tank
  2. electric fuel pump
  3. fine-mesh filter
  4. fuel accumulator
  5. system-pressure regulator
  6. air-flow sensor with sensor plate (6a) and pontentiometer (6b)
  7. fuel distributor with control plunger (7a) and its control edge (7b), upper (7c) and lower chambers (7d) of the differential pressure valves
  8. pressure actuator
  9. injection valve
  10. intake manifold
  11. cold-start valve
  12. thorttle-valve
  13. thorttle-valve switch
  14. auxiliary-air device
  15. thermo-time switch
  16. engine-temperature sensor
  17. ignition distributor
  18. control relay
  19. control unit
  20. ignition-starting switch
  21. battery
3. Sistem Injeksi secara Terputus-putus (periodik) dan Elektronis, yaitu sistem L, L3, LH-Jetronic, (EFI

  1. fuel tank
  2. electric fuel pump
  3. fuel filter
  4. fuel rail
  5. pressure regulator
  6. ECU,
  7. lamda sensor
  8. injection valve
  9. temperature sensor
  10. throttle valve
  11. throttle- valve switch
  12. idle-speed adjustman screw
  13. idle-speed actuator
  14. hot-wire air-mass meter
  15. ignition distributor
  16. battery
  17. ignition and starting switch
  18. relay
Skema Sistem injeksi Motronis

  1. fuel tank
  2. fuel pump
  3. fuel filter
  4. fuel rail
  5. pressure regulator
  6. control unit
  7. ignition oil
  8. high-tension distributor
  9. spark plug
  10. injection valve
  11. cold-start valve
  12. idle-speed adjusting screw
  13. throttle valve
  14. throttle-valve switch
  15. air-flow sensor
  16. air-temperature sensor
  17. lamda sensor
  18. thermo-time
  19. engine-temperature sensor
  20. auxiliary-air valve
  21. idle-mixture adjusting screw
  22. reference-mark sensor
  23. engine-speed sensor
  24. battery
  25. ignition-speed sensor
  26. main relay
  27. pump relay
  28. vibrition damper
BAGAN INJEKSI BENSIN

Menurut pemakaian injektornya, dibedakan menjadi : 1) injektor untuk semua silinder (Mono Jetronic), dan 2) memakai satu injektor tiap silinder (Multi Point).
Daya maksimum sistem injeksi bensin sedikit lebih besar, hal ini disebabkan karena konstruksi saluran masuk, saluran gas buang, tekanan kompresi dan lain-lain dibuat berbeda dengan motor yang menggunakan karburator. Akibatnya pada sistem injeksi bensin momen putar yang dihasilkan mesin akan lebih besar karena campuran udara dan bensin lebih baik daripada karburator. (Hotben S.)
Sumber : Auto Service Training Center

Mengatasi Penurunan Akselerasi Mobil Diesel
Bicara mesin diesel dan mesin bensin, ada perbedaan karakteristik. Perbedaan tersebut terutama pada sistem pengapian. Mesin diesel menggunakan prinsip auto-ignition (terbakar sendiri), sedangkan mesin besin menggunakan prinsip spark-ignition (pembakaran yang dipicu oleh percikan api pada busi).
Karena perbedaan itu, seringkali mesin diesel (solar) mengalami penurunan akselarasi dibandingkan dengan mesin bensin. Ini bisa disebabkan solar bercampur air dan kotoran. Akibatnya, pembakaran tidak sempurna sehingga mobil tersendat-sendat.
Endapan air dan kotoran yang terjadi di dalam saringan solar harus diperhatikan. Bila endapan sudah terlalu banyak dapat terbawa masuk ke sistem saluran bahan bakar sehingga pompa dan nosel injector mudah berkarat serta aus. Untuk mengatasinya sangat mudah, yaitu dengan membuang kandungan air yang sudah mencapai ambang batas melalui water sedimenter. Caranya sebagai berikut:
1. Lakukan pemeriksaan rutin kandungan air, sebaiknya dilakukan setiap 5.000 km. Jika kurang dari batas itu, indikator sedimenter pada dasbor akan menyala.
2. Cara membuangnya kendurkan baut plastik di sebelah pompa tangan atau tepatnya di samping atas mesin. Buka baut plastik tadi seperlunya sampai cairan solar bercampur air menetes keluar.
3. Tekan pompa pembuangan dengan tangan ke atas dan ke bawah. Sambil memompa perhatikan cairan yang keluar dari sedimen, pertama kotoran lalu air.
4. Tadahlah buangan solar di baki penampung supaya tidak tercecer ke mobil. Karena jika tumpah, solar bisa membuat karet-karet/bushing jadi melar dan mengeras.
5. Setelah isi water sedimenter habis, putar tuas pompa melawan arah jarum jam untuk membuka kancing pompa agar kandungan air yang tersisa bisa keluar semua.
6. Kemudian tarik tuas pompa dan lakukan pemompaan secara teratur untuk membuang solar dan kotoran. Lakukan beberapa kali sampai benar-benar habis. Jika sudah yakin endapan telah habis semua kembalikan pompa ke posisi semula dan kunci kembali dengan memutar searah jarum jam. n sya/berbagai sumber

Mengenal Macam-macam Mesin Diesel
Mesin diesel, jika dilihat dari bentuk ruang bakarnya terdiri atas dua bagian, yaitu mesin dengan ruang bakar langsung dan ruang bakar tambahan. Ruang bakar langsung (direct injection) terdiri atas tiga tipe yaitu multi spherical, hemispherical dan spherical.
Sedangkan ruang bakar tambahan terdapat dua bagian yaitu tipe ruang bakar kamar dalam (pre-combustion chamber) dan tipe ruang bakar kamar pusar (swirl chamber). Pada ruang bakar langsung (direct injection), injection nozzle akan menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar utama (main combustion) yang terdapat pada piston dan cylinder head.
Keuntungan yang didapatkan dari bentuk ruang bakar ini adalah efisiensi panas tinggi, konstruksi cylinder head sederhana dan perbandingan kompresi dapat diturunkan. ''Sedangkan kerugiannya, pompa injeksi harus menghasilkan tekanan yang tinggi, suara lebih berisik dan bakar bakar yang digunanakn harus bermutu tinggi,'' ungkap Erens Jafet, Training Head, Services Department PT Pantja Motor.
Sebaliknya, pada ruang bakar tambahan (pre-combustion chamber type), bahan bakar akan disemprotkan oleh injection nozzle ke pre-combustion chamber. Dan sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis di ruang utama (main combustion chamber).
Keuntungannya, papar Erens, asap hitam lebih sedikit, suara mesin lebih halus, dan tidak terlalu peka terhadap perubahan timing injeksi. Sedangkan kerugiannya, cylinder head lebih rumit, efisiensi panas lebih rendah, diperlukan glow plug, dan pemakaian bahan bakar lebih boros. Adapun pada indirect injection (swirl chamber type), kamar pusar mempunyai bentuk spherical. Udara yang dikompresikan piston memasuki kamar pusar dan membentuk turbulensi. Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis diruang bakar utama.
Keuntungannya, kecepatan mesin lebih tinggi, gangguan pada nozzle lebih kecil (tipe pin) dan suara mesin lebih halus. Kerugiannya, ungkap Erens, cylinder head lebih rumit, efisiensi panas lebih rendah, diperlukan glow plug, dan detonasi lebih mudah terjadi.

SISTEM PELATIHAN OTOMOTIF



Live Engine

OT 100
Mesin Sepeda Motor 2 Tak

Fitur
  • Sepeda motor dengan motor yang berfungsi baik, sistem elektrik, drive train (sistem yang menghubungkan motor dengan roda penggerak) yang digunakan untuk pelatihan kemampuan dalam pengoperasian (cara penggunaan), penyetelan, pemeliharaan, perbaikan, perbaikan besar dan pembangunan suatu Sepeda motor dengan mesin 2 tak.
  • Unit ini ditempatkan pada suatu penyangga yang dirancang khusus dengan dilengkapi bak penampung.
Spesifikasi
  • Motor lengkap, transmisi, tangki bahan bakar dan pelumas, peredam suara knalpot dan sistem start.
  • Pengendali (pedal gas) ditempatkan di tongkat kendali dilengkapi dengan rangkaian kabel.
  • Jumlah silinder: 1
  • Jenis: 2 tak
  • Ukuran : 100 – 125cc
  • Sistem pengapian: CDI
  • Sistem start: elektrik atau pedal
  • Baterai: 12 volt (sudah termasuk)
Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru.

OT 101
Mesin Sepeda Motor 2 Tak

Fitur
  • Sepeda motor dengan motor yang berfungsi baik, sistem elektrik, drive train (sistem yang menghubungkan motor dengan roda penggerak) yang digunakan untuk pelatihan kemampuan dalam pengoperasian (cara penggunaan), penyetelan, pemeliharaan, perbaikan, perbaikan besar dan pembangunan suatu Sepeda motor dengan mesin 4 tak.
  • Unit ini ditempatkan pada suatu penyangga yang dirancang khusus dengan dilengkapi bak penampung.
Spesifikasi
  • Motor lengkap, transmisi, tangki bahan bakar dan pelumas, peredam suara knalpot dan sistem start.
  • Pengendali ditempatkan di tongkat kendali dilengkapi dengan rangkaian kabel.
  • Jumlah silinder: 1
  • Jenis: 4 tak
  • Ukuran: 100 – 125cc
  • Sistem pengapian: CDI
  • Sistem start: elektrik atau pedal
  • Baterai: 12 volt (sudah termasuk)
Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru

OT 102
Mesin Vespa

Fitur
  • Sepeda motor Vespa dengan motor yang berfungsi baik, sistem elektrik, drive train (sistem yang menghubungkan motor dengan roda penggerak) yang digunakan untuk pelatihan kemampuan dalam pengoperasian (cara penggunaan), penyetelan, pemeliharaan, perbaikan, perbaikan besar dan pembangunan suatu Sepeda motor dengan mesin 2 tak.
  • Unit ini ditempatkan pada suatu penyangga yang dirancang khusus dengan dilengkapi bak penampung.
Spesifikasi
  • Motor lengkap, transmisi, tangki bahan bakar dan pelumas, peredam suara knalpot dan sistem start.
  • Pengendali (pedal gas) ditempatkan di tongkat kendali dilengkapi dengan rangkaian kabel.
  • Jumlah silinder: 1
  • Jenis: 2 tak
  • Ukuran: approx 150cc
  • Sistem pengapian: CDI
  • Sistem start: elektrik atau pedal
  • Baterai: 12 volt (sudah termasuk)
Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru


OT 103
Dudukan Mesin Mobil Untuk Keperluan Latihan

Fitur
  • Mobil untuk pelatihan ini bisa dikendarai dengan mesin yang berfungsi penuh, sistem elektrik, drive train (sistem yang menghubungkan mesin dengan roda), digunakan sebagai sarana latihan untuk pengoperasian, penyetelan, pemeliharaan, perbaikan, perbaikan besar dan pembangunan/ pembuatan sebuah mobil.
  • Dibuat dari diesel asli bertenaga mobil dan chassis tanpa badan.
  • Lengkap dengan tempat mengemudi.
Spesifikasi
  • Mesin: 4 silinder sebaris, 4 tak
  • Ukuran: 200-2500 CC, 8 katup, OHV
  • Transmisi: 5 persneling maju dan 1 mundur
  • Baterai Charger: Alternator
  • Tipe Drivetrain: RWD (Rear Wheel Drive)
  • Baterai: 12V, 70Ah (sudah termasuk)
  • Sistem Pendinginan: radiator dengan pendingin cairan (air)
  • Sistem Rem : rem cakram depan dan rem tromol belakang
  • Sasis dilengkapi pengatur ketinggian dan dapat dikunci untuk mobilitas
  • Trainer ini menggabungkan semua sistem utama kendaraan dan komponennya, seperti sasis, sistem elektrik dan penerangan, instrumen panel (dashboard), sistem rem, mesin, transmisi, pendingin, suspensi (peredam kejut), gardan belakang, roda dan ban serta sistem pembuangan (knalpot)
Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru

OT 104
Dudukan Mesin Berbahan Bakar Bensin

Fitur
  • Digunakan untuk melatih keterampilan membongkar pasang, mengoperasikan, menyetel, memelihara, memperbaiki dan perbaikan besar.
  • Mesin tidak dilengkapi transmisi.
  • Dipasang di atas sebuah tabung baja yang dilengkapi pemutar 360° dan peralatan pengunci dalam 4 posisi serta dapat dikunci untuk mobilitas (perpindahan).
Spesifikasi
  • Mesin: 4 silinder sebaris, 4 tak
  • Sistem Bahan Bakar: Karburator
  • Ukuran: 1.000 – 1.600cc
  • Bahan Bakar: Bensin
  • Klep: Over Head Valve (OHV)
  • Sistem pengapian: CDI
  • Baterai: 12V, 50Ah (sudah termasuk)
  • Sistem Pendinginan: berpendingin air dengan radiator dan termostat
  • Dibangun dalam pelindung flywheel (roda gila) dan pelindung radiator untuk pengamanan.
  • Instrumen panel terdiri atas kunci starter, ampermeter, pengukur tekanan oli, pengukur suhu air dan pengukur putaran mesin.
  • Kapasitas tangki 10 liter dilengkapi pompa.
  • Knalpot dilengkapi peredam suara
  • Barang dikirim dengan dilengkapi buku panduan pengoperasian dan perawatan.
- Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru
- Model OT 104A dilengkapi Bahan Bakar Injeksi Elektonik dengan unit pengendali juga tersedia

OT 105
Dudukan Mesin Berbahan Bakar Solar/Disel

Fitur
  • Digunakan untuk melatih keterampilan membongkar pasang, mengoperasikan, menyetel, memelihara, memperbaiki dan perbaikan besar.
  • Mesin tidak dilengkapi transmisi.
  • Dipasang di atas sebuah tabung baja yang dilengkapi pemutar 360° dan peralatan pengunci dalam 4 posisi serta dapat dikunci untuk mobilitas (perpindahan).
Spesifikasi
  • Mesin : 4 silinder sebaris, 4 tak
  • Kapasitas : 2.000 – 2.500cc
  • Bahan Bakar: Diesel Bahan Bakar
  • Klep: Over Head Valve (OHV)
  • Sistem pengapian: Glow plug with Indirect Injection
  • Baterai: 12V, 70Ah (sudah termasuk)
  • Sistem Pendinginan: radiator dengan pendingin cairan (air)
  • Dibangun dalam pelindung flywheel (roda gila) dan pelindung radiator untuk pengamanan.
  • Instrumen panel terdiri atas kunci starter, ampermeter, pengukur tekanan oli, pengukur suhu air dan pengukur putaran mesin.
  • Kapasitas tangki 10 liter dilengkapi pompa.
  • Knalpot dilengkapi peredam suara
  • Barang dikirim dengan dilengkapi buku panduan pengoperasian dan perawatan.
Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru

OT 106
Mesin Berbahan Bakar Bensin Dengan 4 Silinder

ot_106.jpgFitur
  • Mesin peraga berbahan bakar bensin dan dilengkapi transmisi ini berfungsi penuh dan digunakan untuk melatih keterampilan dalam mengamati kerja mesin, penyetelan dan cara kerja persneling.
  • Peraga dipasang pada sebuah rangka baja dengan pengunci untuk perpindahan.
Spesifikasi
  • Mesin: 4 silinder sebaris, 4 tak
  • Bahan Bakar system: Carburetor
  • Ukuran: 1.000 – 1.600cc
  • Bahan Bakar: petrol
  • Klep: Over Head Valve (OHV)
  • Sistem pengapian: CDI
  • Baterai: 12V, 50Ah (sudah termasuk)
  • Sistem Pendinginan: radiator dengan pendingin cairan (air)
  • 5 speed manual Transmisi.
  • Dibangun dalam pelindung flywheel (roda gila) dan pelindung radiator untuk pengamanan.
  • Kapasitas tangki 10 liter dilengkapi pompa.
  • Instrumen panel terdiri atas kunci starter, ampermeter, pengukur tekanan oli, pengukur suhu air dan pengukur putaran mesin
  • Knalpot dilengkapi peredam suara
  • Barang dikirim dengan dilengkapi buku panduan pengoperasian dan perawatan.
- Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru .
- Model OT 106A dengan Bahan Bakar Elektronik Injeksi dengan unit pengendali juga tersedia

OT 107
Mesin Berbahan Bakar Solar Dilengkapi 4 Silinder

Fitur
  • Mesin peraga berbahan bakar disel dan dilengkapi transmisi ini berfungsi penuh dan digunakan untuk melatih keterampilan dalam mengamati kerja mesin, penyetelan dan cara kerja persneling.
  • Peraga dipasang pada sebuah rangka baja dengan pengunci untuk perpindahan.
Spesifikasi
  • Mesin: 4 silinder sebaris, 4 tak
  • Kapasitas : 2.000 – 2.500cc
  • Bahan Bakar: Diesel Bahan Bakar
  • Klep: Over Head Valve (OHV)
  • Sistem pengapian: Glow plug with Indirect Injection
  • Baterai: 12V, 70Ah (sudah termasuk)
  • Sistem Pendinginan: radiator dengan pendingin cairan (air)
  • Manual transmisi 5 kecepatan
  • Dibangun dalam pelindung flywheel (roda gila) dan pelindung radiator untuk pengamanan.
  • Instrumen panel terdiri atas kunci starter, ampermeter, pengukur tekanan oli, pengukur suhu air dan pengukur putaran mesin.
  • Kapasitas tangki 10 liter dilengkapi pompa.
  • Knalpot dilengkapi peredam suara
  • Barang dikirim dengan dilengkapi buku panduan pengoperasian dan perawatan.
Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru .

OT 108
Mesin Bensin Dengan 4 Silinder Tanpa Transmisi

Fitur
  • Mesin peraga berbahan bakar bensin dan tidak dilengkapi transmisi ini berfungsi penuh dan digunakan untuk melatih keterampilan dalam mengamati kerja mesin, penyetelan dan cara kerja persneling.
  • Peraga dipasang pada sebuah rangka baja dengan pengunci untuk perpindahan.
Spesifikasi
  • Mesin: 4 silinder sebaris, 4 tak
  • Bahan Bakar system: Carburetor
  • Ukuran: 1.000 – 1.600cc
  • Bahan Bakar: petrol
  • Klep: Over Head Valve (OHV)
  • Sistem pengapian: CDI
  • Baterai: 12V, 50Ah (sudah termasuk)
  • Sistem Pendinginan: radiator dengan pendingin cairan (air)
  • Dibangun dalam pelindung flywheel (roda gila) dan pelindung radiator untuk pengamanan.
  • Kapasitas tangki 10 liter dilengkapi pompa.
  • Instrumen panel terdiri atas kunci starter, ampermeter, pengukur tekanan oli, pengukur suhu air dan pengukur putaran mesin
  • Knalpot dilengkapi peredam suara
  • Barang dikirim dengan dilengkapi buku panduan pengoperasian dan perawatan.
- Harga terdiri atas pemulihan kondisi barang dan/atau komponen baru .
- Model OT 108A dilengkapi bahan bakar injeksi elektronik dengan unit pengendali juga tersedia




OT 109
Mesin Solar 4 Silinder Tanpa Transmisi

Fitur
  • Mesin peraga berbahan bakar disel dan dilengkapi transmisi ini berfungsi penuh dan digunakan untuk melatih keterampilan dalam mengamati kerja mesin.
  • Peraga dipasang pada sebuah rangka baja dengan pengunci untuk perpindahan.
Spesifikasi
  • Mesin: 4 silinder sebaris, 4 tak
  • Kapasitas : 2.000 – 2.500cc
  • Bahan Bakar: Diesel Bahan Bakar
  • Klep: Over Head Valve (OHV)
  • Sistem pengapian : Plug pijar tanpa injeksi langsung
  • Baterai: 12V, 70Ah (sudah termasuk)
  • Sistem Pendinginan: radiator dengan pendingin cairan (air)
  • Dibangun dalam pelindung flywheel (roda gila) dan pelindung radiator untuk pengamanan.
  • Kapasitas tangki 10 liter dilengkapi pompa.
  • Knalpot dilengkapi peredam suara
  • Instrumen panel terdiri atas kunci starter, ampermeter, pengukur tekanan oli, pengukur suhu air dan pengukur putaran mesin.
  • Barang dikirim dengan dilengkapi buku panduan pengoperasian dan perawatan.